Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara melakukan pemantauan pelatihan bahasa Sula di Kabupaten Kepulauan Sula sebagai upaya tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Guru Master untuk Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan pada tanggal 11—15 Oktober 2022 dengan tujuan meninjau pelaksanaan pembelajaran bahasa Sula di lingkungan sekolah dan komunitas, dan memantau persiapan peserta untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu.

Pelatihan bahasa Sula yang digagas oleh Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara turut didukung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula. Rifai Haitani selaku Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi program ini dan akan turut mendukung keberlanjutan pelatihan bahasa Sula di lingkungan sekolah. “Kami sangat mengapresiasi program ini, saat ini kami juga sedang dalam tahapan penyusunan modul pembelajaran bahasa daerah”, kata Rifai saat ditemui oleh tim.

Pemantauan pelatihan bahasa Sula dilakukan di beberapa sekolah dan komunitas. Dari hasil pemantauan di lingkungan sekolah, diketahui bahwa pelatihan bahasa Sula dilakukan dengan model pembelajaran langsung oleh guru kepada siswa. Guru menyampaikan materi dasar kepada siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Materi pembelajaran bahasa Sula yang disajikan berupa pengenalan diri secara singkat, nama-nama anggota tubuh, penyebutan angka 1—10, dan beberapa warna. Diketahui pula bahwa guru utama melakukan pengimbasan kepada guru-guru di sekolah dengan cara mendiskusikan materi dan metode pembelajaran bahasa Sula yang akan diajarkan kepada siswa di kelas.

Ada 28 sekolah tingkat SD/sederajat dan 7 sekolah tingkat SMP/sederajat yang dipantau oleh tim selama 5 hari. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, sejumlah 27 sekolah tingkat SD/sederajat telah melakukan pengimbasan kepada guru pengajar dan siswa di sekolah. Dari 7 sekolah tingkat SMP/sederajat, terdapat 2 sekolah yang belum melakukan pengimbasan.

Guru-guru di sekolah juga melakukan persiapan untuk mengikuti kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu dengan mengarahkan siswa-siswa untuk latihan menyanyi, berpidato, berdongeng, berpuisi, lawakan tunggal, dan menulis cerpen. Ada 13 sekolah tingkat SD/sederajat yang telah melakukan persiapan mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu, sedangkan 15 sekolah tingkat SD/sederajat belum melakukan persiapan yang cukup signifikan. Dari 7 sekolah tingkat SMP/sederajat yang dipantau terdapat 3 sekolah yang belum melakukan persiapan untuk mengikuti mata lomba kategori menulis cerpen, berpidato, dan lawakan tunggal. 

Komunitas yang telah mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Master untuk Tunas Bahasa Ibu ikut serta melakukan pengimbasan bahasa Sula di teman sejawat dan anggota komunitas. Beberapa komunitas melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan melatih siswa menggunakan bahasa Sula. Anggota komunitas juga disiapkan untuk mengikuti mata lomba tingkat SD/sederajat dan SMP/sederajat dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *