Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan Pemantauan pembelajaran bahasa Tobelo di lingkungan sekolah tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat, dan komunitas di Kabupaten Halmahera Utara. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada tanggal 10—15 Oktober 2022. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu rapat koordinasi dan pelatihan guru master. sebanyak 45 sekolah dan 7 komunitas yang akan dikunjungi oleh tim pemantauan pembelajaran bahasa Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara.

Pada kunjungan ini, tim akan melakukan wawancara langsung dengan guru pengajar atau kepala sekolah yang merupakan guru master terkait penerapan model pembelajaran bahasa Tobelo yang sudah diperoleh pada saat Pelatihan Guru Master untuk Tunas Bahasa Ibu pada bulan Juli kemarin.

Secara umum, guru master menyampaikan bahwa pembelajaran di kelas terkait bahasa Tobelo mengikuti model pembelajaran yang diperoleh pada saat mengikuti pelatihan guru master sebelumnya. RPP yang digunakan masih mengacu pada RPP hasil pelatihan guru master. Nurlaela Djurumudi, S.Pd., sebagai salah satu guru master dari SD Alkhairat Tobelo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan model pembelajaran di kelas walaupun masih sebatas dasar-dasar. “Saya menerapkan model pembelajaran di kelas berdasarkan model pembelajaran yang saya peroleh waktu pelatihan guru master bulan Juli lalu”, tuturnya. sebagai informasi tambahan, Nurlaela Djurumudi menyampaikan bahwa selama ini masih terkendala dengan tenaga pengajar, bahan ajar bahasa Tobelo, dan kurikulum bahasa Tobelo. “Saat ini, saya masih kesulitan untuk mengajarkan ke semua kelas terkait bahasa Tobelo. Kurangnya tenaga pengajar yang fasih berbahasa tobelo, bahan ajar, dan belum adanya kurikulum muatan lokal menjadikan proses belajar mengajar bahasa Tobelo di kelas belum bisa terstruktur dan terjadwalkan”.

Hal yang berbeda ditemui di SD Negeri 2 Tobelo. Menurut Agrince Gumuru yang merupakan guru master bahasa Tobelo mengatakan bahwa pihaknya sudah menerapkan bahasa Tobelo di kelas bahkan sudah masuk tahap Ujian Tengah Semester (UTS). “Saya langsung menerapkan pembelajaran bahasa Tobelo di kelas setelah mengikuti pelatihan guru master pada bulan Juli lalu. Saya membuat rancangan sendiri terkait jadwal pengajaran di kelas, dan tetap berkoordinasi dengan kepala sekolah serta tenaga pengajar lainnya yang fasih berbahasa Tobelo”, paparnya. Sebuah inovasi yang diterapkan oleh Agrince Gumuru setelah mengikuti pelatihan guru master tanpa harus menunggu arahan dari dinas terkait. “Saya memiliki ide untuk membagi enam kelas ke dalam dua bagian. Kelas I—III dimasukkan dalam kelompok kecil dengan proses belajar mengajar bahasa Tobelo setiap hari Kamis degan durasi waktu 90 menit. Sementara untuk kelas IV—VI yang merupakan kelompok besar dilakukan proses belajar mengajar  setiap hari jumat dengan durasi waktu 120 menit”. Hal yang hampir sama juga dilakukan oleh Yakoba Wogono dan Kalfin Kawang yang merupakan guru master dari SD Inpres Upa. Mengajarkan materi dasar dan sudah sampai pada tahap ujian tengah semester (UTS). “Saya masih mengajarkan materi dasar seperti pengenalan angka, nama hari, nama sapaan, dan kata dasar lainnya menggunakan bahasa Tobelo. Saat ini, siswa kelas IV sudah selesai melakukan ujian tengah semester pelajaran bahasa Tobelo” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *